Seperti Mimpi

Seperti mimpi...
Berawal dari dorongan kuat ketika melihat di facebook, beberapa teman dan kakak kelasku dulu di SMA sudah menjarah ke negara di Asia dan Eropa. Jadi iri dan termotivasi untuk mencari cara pergi ke luar negeri. Browsing dan googling untuk mendapatkan informasi beasiswa atau sort course di luar negeri. Rada sebel ternyata gk semudah yang dibayangkan bisa ikutan sort course di luar negeri.

Tapi, harapan itu ternyata tidak sia-sia meskipun datangnya bukan dari paman 'Google'.
Siang itu, ketika sedang asyik tiduran di asrama, tiba-tiba temanku yang biasa dipanggil Teteh (dalam bahasa Sunda) menelfon.
"Lah,tumben-tumbenan Teteh nelpon neh." pikirku
Dan ketika aku angkat suara Teteh menggebu-gebu menceritakan bahwa ada sebuah organisasi dari IOV Youth Indonesia yang menawarkan undangan misi kebudayaan ke Turki untuk T-ta Paramadina.

Kalau boleh sedikit menjelaskan T-ta Paramadina itu sebuah organisasi yang bergerak di bidang seni tari dan didirikan tahun 2009. Aku sebagai salah satu pendiri dan 2 orang temanku, telah 1 tahun ketika telepon dari Teteh itu datang, telah menjalankan organisasi ini. Meskipun masih beranggotakan sekitar 15 orang (cuku sedikit) tapi kami berusaha melakukan yang terbaik untuk anggota kami.

Mendengar Teteh panjang lebar menjelaskan program itu,aku diam tertegun, jadi kalau bisa diartikan, aku mendengarkan sambil melamun pergi ke Turki. Pertimbangan yang panjang memang karena untuk mengikuti misi ini membutuhkan banyak dana, kualitas tarian yang bagus dan waktu yang cukup singkat untuk mempersiapkan misi ini. Ditambah lagi kita organisasi yang masih seumur jagung, masih banyak yang harus kami benahi sebagai organisasi.
"Maju,,mundur,,maju ,,mundur" fikirku untuk mempertimbangkan tawaran ini. Pergi ke luar negeri untuk mengikuti Misi Budaya-Festival Tari. Bagaimana tidak ini semakin membuatku panas, pergi keluar negeri dan menari adalah impian dan hobiku. OH My God, memang benar seperti mimpi...

Setelah berdiskusi dengan beberapa teman pendiri T-ta Paramadina,akhirnya diputuskanlah kita mengikuti misi ini. Dengan cepat dan sigap kami menghubungi ketua dari IOV Youth tersebut. Dan nyaris,,, ketika dia menjelaskan tentang misi ke Turki ini, ternyata sisa waktu untuk kami menyiapkan festival ini hanya 2 bulan karena Misi akan dilaksanakan bulan Mei. Sangat tidak mungkin bagi kami. Tapi mungkin inilah yang dinamakan rejeki, ternyata ada undangan lain untuk misi ke Polandia bulan Agustus. Seketika senyum lebar kambali kami keluarkan,dan alhasil...kami deal untuk mengikuti Misi Kebuadayaan di Polandia tanggal 8 hingga 20 Agustus 2011.

Mulailah aku, Phobe, Icha dan Ririn mempersiapkan festival ini dimulai dengan seleksi peserta misi. Dan yang pastinya dari kami berempat berhak mengikuti festival ini tanpa seleksi karena siapa lagi yang akan menyiapkan karena kami adalah angkatan pertama pengurus T-ta Paramadina. Namun yang sangat aku sesalkan Ririn,sahabat karibku yang juga menjadi pendiri T-ta Paramadina, memutuskan untuk tidak mengikuti Misi ini karena tidak mendapatkan izin dari orang tuanya. Dengan berat hati,kami harus melanjutkan proses panjang menuju misi ini.

Tidak pernah terbanyangkan bahwa impianku tadi "Seperti mimpi"... dan sebentar lagi akan terwujud.

Komentar

Postingan Populer