Untukmu suamiku... (part 1)

Dear suamiku,
Maafkan aku yang selalu mengusik hidup mu, melengkapi hari mu dengan deretan pertanyaan tanpa henti, bawel, marah-marah, tak lebih hanya untuk mencari perhatian mu.
Salah kah aku terus mencari perhatianmu? Ya, mungkin salah tapi lebih salah jika aku mencari perhatian ke laki-laki lain, itu fatal.
Ini hanya sekedar perasaan sesaat ku yang terjadi setiap hari nya. Saat harusnya aku di rumah, aku bekerja, yg jelas bukan kewajiban ku untuk bekerja, aku salah. Saat aku sudah di rumah, saat itu aku tak melihatmu. Mungkin aku kesepian, tak ada yang ku punya selain ibu, kakak dan dirimu.
Ya... Aku kesepian, sepi ini mengoyak hati dan pikiran mencari celah untuk menghindar, mencari jalam untuk berlari.

Namun aku yakin suatu saat perasaan sepi ini akan hilang, saat malaikat kecil kita datang, menghiasi hidup kita.
Tangisnya akan menghabiskan waktu ku, Senyumnya akan menghilangkan lelahku,
Tawa nya akan menyembuhkan lukaku.
Hidup ku akan habis untuk mu, calon buah hati ku. Dan akan mendidiknya sepenuh hatiku untuk surga mu nanti.

Dan aku selalu bahkan tak akan pernah berhenti berterima kasih pada Tuhan, karena telah mengabulkan permintaan ku mendapat kan buah hati yang lucu, serta mendengarkan doa ku untuk terus memberi rahmatNya untuk laki-laki hebat yang selalu sabar menemani ku sejak sebelum dirimu ada, anak ku

Komentar

Postingan Populer